SamSam, Virus Ransomeware Baru Ancam Institusi Pemerintah di Amerika Serikat

arfytech.com

arfy - Setelah dunia dibuat heboh serangan virus ransomeware WannaCry beberapa bulan yang lalu. Kini, sekelompok hacker kembali menyebarkan virus ransomeware baru bernama SamSam.

Dilaporkan oleh symantec, Selasa (13/11/2018), serangan ransomeware tersebut sudah sudah menelan sebanyak 67 korban di wilayah Amerika Serikat.

Akibatnya, kerugian total mencapai $10 juta pada bulan Maret 2018, itupun belum termasuk serangan-serangan lain.

Salah satu korban ransomeware itu, Departemen Tranportasi Colorado melaporkan bahwa virus tersebut memiliki kode enskripsi yang sangat tinggi serta meminta uang tebusan sebesar $1,5 juta.

Sementara itu, sebagian kecil serangan SamsSam menyasar negara Portugal, Prancis, Australia, Irlandia dan Israel.



Dalam melancarkan serangannya, kelompok SamSam ini memakai strategi living off the land atau dalam arti lain, mereka menggunakan sistem operasi atau tool administrasi jaringan yang dipunyai oleh korban.

Oleh karena itu, Targeted Attack Analytics (TAA) yang dikembangkan oleh Symantec diklaim mampu mengidentifikasi dan memberikan peringatan dini jika membaca aktivitas “living off the land”, seperti yang dilakukan oleh SamSam.

Saking kuatnya, langkah pembuatan backup pun dianggap bukan langkah yang efektif mengingat SamSam juga akan mengenkripsi berkas-berkas backup yang tersimpan di komputer.
SamSam, Virus Ransomeware Baru Ancam Institusi Pemerintah di Amerika Serikat SamSam, Virus Ransomeware Baru Ancam Institusi Pemerintah di Amerika Serikat Reviewed by Arsal Hijaz on November 11, 2018 Rating: 5

No comments:

Silahkan tinggalkan pesan!

Powered by Blogger.